Headlines News :
Home » , » POTENSI KAPITALISME PASAR TRADISIONAL

POTENSI KAPITALISME PASAR TRADISIONAL

Written By Ryan Ariyanto on Rabu, 21 November 2012 | 05.20



Oleh : Ghofur A.W

Suasana Pasar Tradisional
Selama ini kita selalu beranggapan bahwa kapitalisme adalah hal-hal yang berbau kekuasaan, kekuatan ekonomi, dan penguasaan asing atas aset-aset ekonomi bangsa. Artinya bahwa kapitalisme memiliki konotasi hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan tertentu , modal yang besar dan jaringan yang kuat. Tetapi ternyata bukan seperti itu apa yang saya amati selama ini. Kapitalisme dapat saja terjadi dilingkungan para pelaku ekonomi lemah salah satunya adalah para pedagang pasar. Mengapa demikian, sesuai dengan definisi kapitalisme itu sendiri yaitu kata “kapital” dalam istilah “kapitalisme” berasal dari bahasa Latin, “caput” yang berarti “kepala”. Pada abad 12-13, istilah tersebut mulai berubah makna menjadi “dana”, “sejumlah uang”, “persediaan uang atau barang” berikut “bunga uang pinjaman”. Pada perkembangannya kemudian, kapitalisme pun diartikan sebagai paham yang menempatkan uang/modal di atas segala-galanya. Dan hal ini kerap terjadi dilingkungan pasar tradisional, karena ada potensi-potensi yaitu penguasaan terhadap beberapa komoditi perdagangan pasar yang dapat menyebabkan penguasaan terhadap penentuan harga jual yang sepihak dari pedagang, sehingga dapat merugikan pembeli sebagai konsumen.

            Dalam kaitanya dengan potensi kapitalisme di pasar tradisional, perlu adanya suatu gerakan untuk mengeliminasi kecenderungan-kecenderungan itu agar jalinan ekonomi rakyat antara pedagang dan pembeli tetap sempurna. Yaitu tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pengarahan-pengarahan kepada para pedagang pasar tentang pentingnya idiologi pancasila. Dalam idiologi pancasila tentu kebersamaan menjadi ikon penting dalam pembangunan ekonomi bangsa, sesuai dengan yang di cita-citakan oleh para pendiri bangsa tentang konsep ekonomi nasional yang berlandaskan kerakyatan.

            Karena jika idiologi pancasila tidak menjadi landasan hidup pelaku ekonomi pasar tradisional, tidak menutup kemungkinan suatu ketika bahwa pasaratradisional menjadi ajang kapitalisme. Dan tentu hal ini menjadi sangat berbahaya bagi perputaran perekonomian rakyat menengah kebawah. Mengapa demikian, jika persaingan harga pasar tradisional telah tidak lagi terkendali, yaitu masing-masing individu menginginkan harga dan penawaran tersendiri tanpa mempedulikan samping kanan kirinya tentu tidak menutup kemungkinan hanya para pedagang dengan basik modal besar dan jaringanlah yang mampu bertahan.
            Dan solusi dari permasalahan ini adalah dengan memberikan pembelajaran bagi pedagang tradisional, seperti yang di lakukan oleh gerakan Sekolah Pasar, di pasar Kerangan Yogyakarta. Sekolah pasara adalah gerakan pendidikan bagi para pedagang pasar yang kita tau bahwa selama ini para pedagang pasar belum memiliki pendidikan yang memadai untuk melakukan kegiatan ekonomi. Seharunya gerakan seperti ini menjadi agenda pemerintah sesuai amanah konstitusi bahwa pendidikan adalah ahak segala warga negara. Agar potensi kapitalisme dapat di hilangkan dari lingkungan pasar tradisional.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Maharaja Effendy | Indonesian Entrepreneur Coffee Shop
Copyright © 2012. Taman Baca Mapemda - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger