Headlines News :

Info Donatur

Terima Kasih Untuk Para Donatur : Maha Raja Effendy / Ariyanto / Ghofur / Irfan / Ratna Intan / Amalia Fitriani-IECS Terima Kasih Untuk Donatur : Prody MANAJEMEN FE - UMB YOGYAKARTA Untuk Jadi Donatur Silakan Hubungi: Ariyanto

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Kabar Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Berita. Tampilkan semua postingan

Ayo Bangun Taman Baca Desa

Written By Ryan Ariyanto on Rabu, 28 November 2012 | 21.44




Membaca  tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Membaca digunakan oleh manusia untuk menggali ilmu pengetahuan dan informasi. Membaca mempunyai fungsi intelektual, sosial, dan emosional. Selain itu, dengan membaca akan membuat manusia mampu menggunakan kemampuan analisis, imajinatif serta memberi stimulus untuk selalu obyektif dalam menilai segala hal yang bertumpu pada pemikiran para ilmuwan. 

Salah satu keberhasilan dari membaca adalah melahirkan individu yang mampu belajar secara mandiri. Dalam hal ini, individu mampu menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap apa yang di bacanya. Oleh sebab itu, diperlukan media pelajaran (buku penunjang) yang dapat memberikan cakrawala bagi kehidupan manusia. Penunjang pelajaran yang baik tentunya mampu mengakomodasi kemampuan individu dalam mengembangkan aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.

logo baru Taman Baca Mapemda
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah saat individu membaca buku penunjang, buku tersebut hendaknya, mampu mengejawantahkan kemampuan pribadi dan kelompok sesuai dengan usia atau tingkatan individu (kelas). Hal ini berhubungan dengan prinsip bahwa membaca bukan semata teori yang harus dihafal, namun membaca juga merupakan media yang dapat memberi hiburan dan kesenangan tersendiri atas apa yang di bacanya.

Perjalanan saya bersama “Mahasiswa Peduli Masyarakat Desa (MAPEMDA)” yang merupakan gerakan sadar mahasiswa untuk mengabdikan diri kepada masyarakat sebagaimana fungsi kaum intelektual seharusnya untuk memanusiakan manusia lainnya. Dari perjalanan dan riset di berbagai desa-desa di Jawa Tengah umumnya salah satu kendala yang menghambat individu atau masyarakat untuk dapat menerapkan budaya membaca adalah kurangnya wadah atau sarana yang menyediakan buku-buku bacaan, terlebih pada masyarakat pedesaan yang letaknya jauh dari toko-toko buku dan perpustakaan. Selain itu keadaan ekonomi masyarakat desa juga menjadi pertimbangan mengapa mereka kemudian tidak peduli akan pentingnya budaya membaca baik bagi mereka atau generasi penerus, anak dan cucu mereka. Sungguh ironi dan menyakitkan hati jika kita harus berdiam diri melihat kenyataan pahit ketimpangan hidup desa-kota.

Permasalahan didesa yang selalu berkaitan dengan ekonomi tentu menjadi masalah yang serius. Bagaimana tidak saat sebuah desa yang penduduknya tidak lagi mempercayai tanah kelahirannya mampu memberikan kehidupan, memaksa diri untuk keluar mencari peruntungan, pertanyaannya adakah bekal ilmu ia bawa? Tentu tidak, nekat dan berpegang pada satu keyakinan bahwa tuhan itu ada. Pemuda desa kini tidak lagi ingin menjalani hidup di desa, kota terlalu manis melambaikan tangan, mengiurkan yang pada akhirnya memberi kesengsaraan karena tidak mampu bersaing. Sungguh desa berpotensi, namun mata telah tertutupi akan kurangnya pengetahuan untuk mengembangkan diri.

Permasalahan ekonomi muncul tentu beriringan pula munculnya masalah sosial lainnya. Dalam perjalanan saya di desa-desa di daerah Jawa Tengah, ada yang mengiris hati kecil saya. Betapa tidak saat saya menjumpai seorang gadis belia, usia di bawah umur sedang menyusui bayi kecil yang lucu, yang dimatanya terpancar keputusasaan. Pernikahan dini ternyata, lulusan sekolah dasar (SD) sudah harus mengarungi kerasnya dinamika rumah tangga, ini prestasi kemunduran. Mengapa semua ini terjadi, tidak lain karena faktor ekonomi, yang membutakan mata bahwa kehidupan didepan masih panjang, masih ada harapan untuk lebih baik. Dan mengapa masalah ekonomi muncul kepermukaan, tidak lain karena lemahnya pendidikan, kurnganya kesadaran akan pentingnya pendidikan. Dan pendidikan itu tidaklah selalu lisan namun juga di sampaikan melalui tulisan, membaca tentu menjadi hal pokok dalam memenuhi pundi-pundi ilmu.

Berlatar belakang semua itu muncul inisiatif dalam rangka pengembangan pendidikan untuk mendirikan taman baca desa . Dengan keberadaan taman baca tersebut secara umum masyarakat dari berbagai golongan baik pelajar, guru, petani, pedagang, dan masyarakat umum dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan informasi, pengetahuan, bimbingan, hiburan dan lain sebagainya melalui buku yang disediakan. untuk memenuhi tuntutan dan kepuasan masyarakat untuk memperluas khazanah keilmuan. Dalam perkembangannya taman baca desa tidak hanya memberikan layanan dalam hal pemberian kemudahan dalam konsumsi buku bacaan namun juga memberikan wadah diskusi, bimbingan belajar membaca,  bimbingan belajar mandiri, dan pengembangan wirausaha desa yang semuanya dilaksanakan secara gratis bagi pelajar dan masyarakat umum. Memang terihat kecil, namun diyakini bahwa dari yang kecil inilah kita bisa meIndonesiakan Indonesia, sebuah bangsa yang bermartabat, sama rata, sama rasa dan memiliki hak untuk berkembang yang sama pula.

Tentu jalan juang individu berbeda-beda, terutama mahasiswa. Ada diantaranya yang berjuang melawan terjalnya kebijakan pemerintah, ada yang berjuang dalam pengembangan riset dan penelitian untuk bangsa dan ada yang mengabdikan diri untuk masyarakat. Dan yang perlu di garis bawahi bahwa negeri ini dapat bernafas dari udara rakyat melalui pajak yang mereka berikan, sudah barang wajib hukumnya kita berbuat untuk rakyat. Dan dalam hal ini masyarakat pedesaanlah yang memerlukan rasa kepedulian kita akan pendidikan. Jika setiap desa memiliki satu gerakan budaya membaca yang dikoordinasi dengan baik dan penuh rasa keinginan memajukan bangsa ini, maka pastilah kita menjadi bangsa yang lebih maju. Mahasiswa adalah manusia yang sadar maka mari bangun dari mimpi dan ciptakan mimpi.

Satu Tahun Taman Baca Mapemda

Membaca tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Membaca digunakan oleh manusia untuk menggali pengetahuan atau informasi. Membaca mempunyai fungsi intelektual, sosial, dan emosional. Selain itu, dengan membaca akan membuat manusia mampu menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif.

Namun salah satu kendala yang menghambat individu atau masyarakat untuk dapat menerapkan budaya membaca adalah kurangnya wadah atau sarana yang menyediakan buku-buku bacaan. Terlebih pada masyarakat pedesaan yang letaknya jauh dari Gramedia atau Perpustakaan Daerah, sehingga muncul inisiatif dari Lembaga Pengembangan Pendidikan di bawah Naungan Mahasiswa Peduli Masyarakat Desa (MAPEMDA) yang merupakan unit kegiatan mahasiswa di luar kampus dalam bidang pengabdian terhadap masyarakat, untuk mendirikan Taman Bacaan “TB MAPEMDA”.

Taman Baca Mapemda adalah sebuah wadah atau tempat yang di gunakan sebagai sarana membaca, belajar mengajar, sarana informasi, serta pengembangan pendidikan yang di laksanakan secara gratis.

Dengan keberadaan TB MAPEMDA masyarakat dari berbagai golongan baik pelajar, petani dan masyarakat desa pada umum sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan informasi, pengetahuan, bimbingan, hiburan dan lain sebagainya.


Satu Tahun kami, 28 November 2011 - 28 November 2012.
Mengartikan arti pengabdian, semoga kedepan semakin bermanfaat.

Terimakasih, untuk Sahabat inspiratif, yang selalu memberikan dukungan dan bimbingan kepada Sahabat Perubahan.



Taman Baca Mapemda Lapor Ke IbK

Written By Ryan Ariyanto on Selasa, 27 November 2012 | 11.17

Mapemdanews - 27 November 2012

Taman Baca Mapemda dan tenan Ipteks bagi Kewirausahaan IbK hari ini lapor ke tim IbK. Laporan ini merupakan wujud apresiasi IbK yang terus memberikan dukungan kepada para tenan dengan terus memantau perkembangan masing-masing unit usaha tenan.

Taman Baca Mapemda merupakan salah satu unit usaha atau tenan dari IbK yang juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan share perkembangan usaha kepada tim dan tenan IbK. Dalam undangan makan siang, yang di hadiri Sekolah Pasar SOPAS, Sahabat Inspiratif, Ririn Brose, Beras Organik, Coklat Lidi dan usaha tenan lainnya. Dalam pertemuan tersebut Taman Baca Mapemda dan SOPAS adalah unit usaha tenan yang non profi alias berbasis sosial.

Tidak banyak yang dapat di laporkan tim Mapemda, hanya seputar perkembangan anak didik, mitra kerja dan perkembangan aset.

Terimakasih Manajemen UMBY

Written By Ryan Ariyanto on Senin, 26 November 2012 | 06.01

Terimakasih kami sampaikan kepada staf pengajar atau dosen Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Universitas Mercu Buana Yogyakarta. :
  • Dra. Sumiyarsih, MM. 
  • Awan Santosa, SE, M.Sc
  • Asep Rochyadi PS, SE, M.Si.
  • Drs. Subarjo, M.Si.
  • Audita Nuvriasari, SE, MM.
  • Gumirlang Wicaksono, S.E, MBA.
  • Rina Dwiarti, SE, M.Si.
  • Drs. Raswan Udjang, M.Si
 dan staf tata usaha, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Atas dukungan, ide, bimbingan dan pendanaanya, kepada  Mahasiswa Peduli Masyarakat Desa (MAPEMDA) dan Taman Baca Mapemda. Dalam rangka pembangunan dan pengembangan ruang kelas Taman Baca Mapemda, di Desa Dempel, Kec Kalibawang, Kab Wonosobo, Jawa Tengah.

Hal ini sejalan dengan Visi program studi Manajemen yaitu Menjadi Program Studi yang berkomitmen untuk kecerdasan, kemajuan, dan kesejahteraan bangsa selaras cita-cita “Angudi Mulyaning Bangsa” Unggul dalam bidang Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat di tingkat Nasional maupun Internasional, khususnya dibidang manajemen.


Sopas Camp 1

Written By Ryan Ariyanto on Minggu, 25 November 2012 | 19.00

Nglanggeran 24,25 November 2012. 
Sekolah Pasar (sopas) adalah gerakan mengajar pedagang pasar. Kanali sopas lebih dekat dengan kunjungi situs resminya di www.sekolahpasar.com atau www.sekolahpasar.org.


Saat ini Sekolah Pasar telah beroperasi di tiga pasar yaitu Pasar Kranggan Yogyakarta, Pasar Grabag Purworejo, Jawatengah dan Sekolah Cokro Kembang, Klaten , Jawa Tengah.

Sopas Camp 1 merupakan serangkaian dari open recruitmen relawan sekolah pasar. Setelah menjalani kegiatan Sopas Camp 1 barulah para calon relawan resmi menjadi relawan Sekolah Pasar.



Puncak Gunung Wayang atau lebih di kenal Gunung Nglanggeran menjadi lokasi tujuan pelantikan calon relawan sekolah pasar.

Pendakian menuju puncak melalui jalur merah, merupakan jalur yang paling ekstrim di antara jalur yang lainnya, hal ini di artikan sebagai perjuangan menuju kesuksesan. Begitu harapan bagi para calon anggota relawan, agar nanti dapat melihat sekolah pasar lebih dalam dan mampu menangani kesulitan-kesulitan yang di hadapi.





Lelah yang menghantui, menjadi moment semakin eratnya hubungan personal menjadi semakin erat dalam kelompok. Setiap sampai pada pos-pos pendakian selalu di gunakan untuk mengisi kembali tenaga, dengan canda tawa yang semakin mengakrabkan satu dengan yang lainnya.

Karena memang Sekolah Pasar yang bermarkas di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan - UGM terdiri dari mahasiswa dari berbagai universitas, Seperti UTY, UII, UIN, UMBY, UGM, dan universitas-universitas lainnya.




Saat mencapai puncak adalah saat yang di nanti-nantikan, kelelahan terbayarkan sudah, perjuangan mendapatkan ganjarannya. Begitulah gambaran nanti saat sudah bergabung dalam tim relawan Sekolah Pasar.

Di Puncak Gunung barulah di laksanakan kegiatan pelantikan calon relawan sekolah pasar, di mulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pembacaan Teks Panca Sila, Pembacaan UU Pasal 33, Menyanyikan Himne "Sekolah Pasar" , Menyanyikan lagu Darah Juang, dan di akhiri dengan pelantikan, semua anggota dan calon relawan sekolah pasar bergantian mencium bendera merahputih di iringi lagu Bagimu Negeri.

Salam PASAR RAKYAT - RAKYAT BERDAULAT

Kuliah Terjangkau - Siap Kerja - Manajemen UMB Yogyakarta

Written By Ryan Ariyanto on Kamis, 22 November 2012 | 19.42

PROGRAM STUDI MANAJEMEN - 
Universitas Mercu Buana Yogyakarta Terakreditasi peringkat B
(SK BAN PT No. 025/BAN-PT/Ak-XII/S-1/VIII/2009)

Fakultas Ekonomi UMB Yogya berdiri sejak tahun 1986, sehingga sudah memiliki jaringan Alumni yang cukup luas.
Saat ini Dekan dijabat oleh Dr. Raswan Udjang, M.Si. pendidikan di fakultas Ekonomi diarahkan ke soft skill agar seluruh civitas akademika berupaya menjadikan Fakultas Ekonomi terkemuka di Indonesia dan berwawasan Internasional dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat sesuai dengan cita-cita pendiri UMB Yogya, yaitu Angudi Mulyaning Bangsa (berusaha meraih kesejahteraan dan kemakmuran bangsa).


Waktu perkuliahan:
  • Kelas Reguler Pagi :
Kegiatan perkuliahan ditawarkan dari hari Senin s/d Jum’at (07.00 – 16.00)
  • Kelas Reguler Sore :
Kegiatan perkuliahan ditawarkan dari hari Senin s/d Minggu
Senin s/d Jum’at : 16.20 – 21.30
Sabtu                       : 12.00 – 16.00
Minggu                   : 09.00 – 17.00
Konsentrasi:
  • Manajemen Bisnis
  • Manajemen Pemasaran
  • Manajemen Keuangan
  • Manajemen Sumber Daya Manusia
Lapangan Kerja :
Perbankan, Instansi Pemerintah/Swasta, BUMN, Pelaku Pasar Modal, Akademisi (Dosen), Konsultan Manajemen, Wirausahawan, dll.
Program studi ini menyiapkan lulusannya untuk memasuki lapangan pekerjaan berbasis bisnis sebagai manajer berbagai bidang, seperti keuangan, pemasaran, sumber daya manusia dan produksi. Alumninya sudah tersebar di berbagai perusahaan dan sebagian menjadi pengusaha yang sukses.


Kemudahan Program Pendidikan untuk memperlancar penyelesaian studi:
  • Sistem perkuliahan dirancang dengan sistem semester
  • Menyelenggarakan Remedial/ujian perbaikan bagi mata kuliah yang ditempuh sehingga mahasiswa dapat memperbaiki nilai indeks prestasi
  • Tugas akhir bisa diselesaikan melalui jalur skripsi (penelitian) atau non-skripsi (pengambilan mata kuliah tambahan dan dilanjutkan ujian komprehensif)
  • Mendapat bimbingan penyelesaian studi secara intensif baik melalui tatap muka langsung maupun email, sehingga masa tempuh studi bagi calon mahasiswa SMA/sederajat diprogram selama 3,5 – 4 tahun dan bagi mahasiswa transfer/D3 diprogram lulus 1 – 1,5 tahun.
  • Beban SKS total berkisar 144-148 SKS.

Peringati 1 Muharam di Pelosok Desa

Written By Ryan Ariyanto on Kamis, 15 November 2012 | 23.30



Kegiatan Memepringati 1 Muharam Tb-Mapemda

Mapemdanews_ Kamis, 15 November 2012 atau lebih tepatnya pada tanggal 1 Muharram 1434 H, Taman Baca MAPEMDA mengadakan beberapa kegiatan untuk memperingati hari tahun baru islam yang dipelopori oleh organisasi MAPEMDA (Mahasiswa Penduli Masyarakat Desa). Beberapa diantara kegiatan tersebut adalah adanya acara yasinan dan lomba membaca Al-Qur’an surah Al-Alaq, selanjutnya kegiatan ini disambung dengan acara mengajar. Kegiatan ini diadakan cukup sederhana namun tujuan dari kegiatan ini tetap dapat tercapai, dimana tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan dan menanamkan kesadaran kepada anak-anak tentang pentingnya tahun baru islam, sehingga tidak hanya tahun baru masehi saja yang harus diperingati namun juga tahun baru islam.
Kegiatan ini dilakukan secara mendadak karena hampir semua kegiatan yang diadakan oleh MAPEMDA tidak direncanakan jauh-jauh hari, karena organisasi ini tidak ingin membuat kegiatan seperti yang dilakukan lembaga formal yang sudah memiliki agenda rutin yang telah di rencanakan jauh-jauh hari. Harapannya dengan kegiatan yang tidak teragendakan secara langsung ini maka dapat membuat anak-anak didesa ini merasa di spesialkan karena ada agenda yang mendadak dan kejutan-kejutan yang selalu diberikan.
Lomba membaca Al-Qur’an diadakan di taman baca MAPEMDA, yang bertempat di desa Dukuh  dan Plambon Kecamatan, Kalibawang, Kabupaten Wonosobo. Lomba ini di ikuti oleh para pelajar SD, SMP dan SMA di desa tersebut. Mereka begitu antusias dan senang mengikuti lomba peringatan tahun baru islam, karena kegiatan memperingati tahun baru islam ini baru pertama kali mereka ikuti.
Menurut Susanti selaku juri pada lomba tersebut dan juga sebagai anggota MAPEMDA dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta mengungkapkan, “ anak-anak tersebut begitu antusias dengan lomba membaca Al-Qur’an ini, walau masih ada beberapa anak yang malu-malu dan masih belum lancar membaca Ayat-ayat tersebut namun mereka terlihat ikhlas dan tulus dalam membacanya.” Menurut Ghofur yang juga sebagai juri dalam lomba tersebut mengungkapkan, “ walau ada beberapa anak yang masih terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an tersebut, saya tetap merasa senang karena mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan antusis untuk mengikuti lomba ini sebagai peringatan tahun baru islam”.
Dengan adanya lomba ini diharapkan anak-anak di desa tersebut dapat mengembangkan dan memperlancar dalam membaca Al-Qur’an. Siti Isroh Hayati adalah salah satu peserta yang mengikuti lomba membaca Al-Qur’an mengungkapkan, “ketika saya mengikuti lomba tersebut, saya merasa sangat grogi dan deg-degan karena saya menjadi peserta yang terakhir”, jelasnya.
Setelah acara lomba selesai, dilanjutkan dengan acara mengajar, dimana mengajar disini adalah kami sebagai anggota MAPEMDA membagi anak-anak tersebut menjadi 3 kelompok dengan setiap satu kelompok ada satu pengajar. Setiap kelompok belajar dengan kelas yang berbeda, kelas yang dibuat adalah tentang dunia menulis, bedah ‘buku breaking the time’, dan JJTD (Jiwa-jiwa Tidak Dekat) atau renungan malam. Uniknya, kelompok ini tidak ditentukan oleh kami, tetapi dipersilahkan kepada anak-anak tersebut untuk memilih kelas mana yang mereka inginkan dan sukai.
Menurut Ariyanto yang juga sebagai ketua umum  MAPEMDA, kegiatan ini diharapkan bisa lebih luas cakupan pesertanya dan dengan lomba yang lebih pariatif. Lomba ini dilakukan oleh pengurus harian TB MAPEMDA dimana mereka masih siswa SD dan SMP. “kegiatan ini sudah luar biasa” tambahnya.
Hampir setiap peringatan hari-hari besar MAPEMDA membuat kegiatan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan membuka wawasan mereka. Meski sampai saat ini belum ada donatur pendanaan kegiatan. Semua di laksanakan secara suka rela dan patungan.

Memaknai Sumpah Pemuda dalam Kesederhanaan

Written By Ryan Ariyanto on Minggu, 28 Oktober 2012 | 06.30



Lomba Membaca Naskah Sumpah Pemuda

Mapemdanews_28 Oktober 2012_ Hari sumpah pemuda adalah hari dimana seluruh pemuda di Indonesia bertekat untuk bersatu demi sebuah kemerdekaan. Namun belakangan peringatan hari sumpah pemuda seakan-akan tidak terdengar suaranya, terlebih di pelosok-pelosok desa. Seperti halnya yang terjadi di desa Dukuh dan Plumbon, kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Sejak tahun 1945 sampai saat ini setelah reformasi baru pada  Minggu 28 oktober 2012 para anak-anak, pelajar SD dan SMP di desa tersebut bisa merasakan peringatan hari sumpah pemuda  yang di selenggarakan oleh Taman Baca Mapemda.  Taman Baca Mapemda adalah sebuah taman baca, dimana masyarakat luas dalam hal ini masyarakat desa baik anak-anak maupun orang tua dapat mengakses informasi bahan bacaan secara gratis. Taman Baca Mapemda di dirikan oleh mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa peduli masyarakat desa (MAPEMDA), yang merupakan unit kegiatan di luar kampus sebagai wujud pengabidan mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta kepada masyarakat. Kegiatan ini telah berlangsung selama satu tahun, yang meliputi bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan kesehatan.
                Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda pengurus harian Taman Baca Mapemda yang merupakan angkatan pertama kelas Taman Baca Mapemda mengadakan berbagai perlombaan bagi para anggota, seperti;  lomba membuat puisi untuk pahlawan, menceritakan tokoh pahlawan,tanya jawab, lomba membaca naskah sumpah pemuda dan menggambar. Kategori lomba juga di sesuaikan dengan tingkat kelas dan jenjang pendidikan dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP.  Riki Rahmat salah satu peserta  lomba membuat puisi untuk pahlawan  tingkat kelas 5 SD mengungkapkan. “Ini adalah puisi pertama saya, kalau saya tidak menang dalam lomba ini saya akan berjuang membuat puisi yang lebih baik lagi. Saya ingin seperti Jendral Sudirman yang tidak pernah menyerah”.
                Kegiatan memperingati hari sumpah pemuda yang di ikuti oleh 30 peserta ini begitu meriah walau sebenarnya terasa sangat sederhana,  bahkan para peserta lomba harus menunggu dua minggu untuk mengetahui hasil dari karya yang mereka lombakan. Hal ini di karenakan penjurian lomba di laksanakan oleh Pengurus MAPEMDA di  Yogyakarta. Menurut Haniah selaku ketua panitia peringatan hari sumpah pemuda taman baca mapemda, kegiatan kali ini sebagai salah satu cara menumbuhkan dan meningkatkan rasa nasionalisme serta sebagai media pengenalan kepada peserta taman baca mapemda tentang hari-hari besar nasional dan bagaimana kita bisa memaknainya. Ia jua berharap dengan adanya kegiatan semacam ini, minat baca dan anggota taman baca mapemda akan semakin bertambah. “Peringatan hari sumpah pemuda yang di kemas dengan berbagai perlombaan memang menjadi media promosi bagi pelajar yang belum bergabung” ungkap siswi kela 2, SMP 2 Ma’arif Kalibawang itu.
                Sementara itu di sela-sela kesibukanya karena banyaknya peserta yang masih kebingungan untuk memulai membuat karyanya.  Ariyanto selaku ketua umum MAPEMDA mengungkapkan bahwa acara peringatan hari sumpah pemuda ini di adakan secara mendadak, sebenarnya dalam jadwal rutin kunjungannya setiap dua minggu sekali, kali ini ia ingin berparisipasi dan merayakan hari Idul Adha 1433 H, bersama anak-anak didiknya, itu sebabnya sehari setelah perayaan hari Idul Adha ia sudah berkemas untuk kembali ke Yogyakarta. Tetapi justru anak-anak didiknya mengingatkan bahwa hari minggu 28 November 2012 adalah hari sumpah pemuda, sehingga ia baru di beri ijin pulang minggu sore. “Saya sendiri lupa, bahwa hari sumpah pemuda bertepatan hari minggu ini” tambahnya semabri tersenyum malu.  Sedangkan berkaitan dengan gerakan mengajar yang ia dirikan sejak satu tahun yang lalu ia tidak banyak memberi komentar, menurutnya memang sudah kewajiban kita semua untuk saling memajukan dan mengembangkan pendidikan bangsa, terlebih bagi para mahasiswa. “Sebagai peribadi gerakan mengajar mapemda, adalah balas jasa, dan pengabdian saya kepada masyarakat yang telah membiayai pendidikan saya melalui pajak yang mereka bayar” ungkap mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang juga sebagai penerima beasiswa unggulan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdikbud. Terlepas dari semua itu, peringatan hari sumpah pemuda memang harus di maknai sebagai wujud rasa cinta terhadap tanah air.

Kuliah Lapang Maba UMBY Bersama Wakil Menteri Perdagangan RI

Written By Ryan Ariyanto on Senin, 24 September 2012 | 04.00





  Mapemdanews_Senin 24 September 2012, hari pertama perkuliahan Ekonomi Pengantar untuk mahasiswa baru UMBY angkatan 2012 langsung diajak dosen pengampu, Awan Santosa, S.E, M.Sc, turut kuliah lapang di Sekolah Pasar Kranggan bersama Wakil Menteri Perdagangan, Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi. Sekolah Pasar merupakan gerakan mengajar di pasar tradisional Indonesia, yang diprakarsai pula oleh pengurus LPPM dan adalah juga salah satu tenant ptogram Iptek bagi Kewirausahaan (IbK) UMBY.
http://mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2012/09/sekolah-pasar.jpg
Foto Bareng Wakil Mentri Perdagangan
Dalam kuliah lapang yang difasilitasi oleh IbK UMBY ini tim kreatif  IbK menjadi fasilitator dan pendamping perjalanan mahasiswa baru. Selain menjadi fasilitator tim yang juga merupakan Mahasiswa Penerima Beasiwa Unggulan dari Program Studi Manajemen dan Akuntansi Fakultas Ekonomi UMBY seperti Ariyanto, Dian Novita, Erna Novita Sari, Mela Puspitasari, dan Ririn Emiwati, turut berperan sebagai pendamping bagi mahasiwa baru.
Antusias mahasiswa baru dalam mengikuti kuliah lapang terlihat begitu besar. Terbukti walau sedikit cangung bertemu pemateri sekelas Wakil Menteri Perdagangan,  namun beberapa menit sebelum kelas di mulai terlhat jelas para mahasiswa baru banyak yang menanyakan tentang apa itu sekolah pasar kepada para pendamping dan relawan Sekolah Pasar. Juga terlihat ada yang langsung berdiskusi bersama bapak Awan Santosa tentang keadaan daerah mereka masing-masing. Artinya bahwa, metode pembelajaran yang tidak monoton teori ternyata lebih memberikan rangsangan ketertarikan dan kenyamanan dalam penerimaan materi bagi para mahasiswa.
Selain Sekolah Pasar tentu kita tahu di Indonesia banyak organisasi-organisasi yang bergerak di bidang pendidikan lainnya seperti Indonesia Mengajar, Akademi Berbagi dan organisasi-organisasi sejenis. Seperti yang di sampaikan oleh Bapak Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, MS bahwa di Indonesia kira-kira ada 10.000 pasar tradisional dan saat ini baru ada 3 pasar yang di dampingi oleh sekolah pasar, artinya bawa masih perlu banyak lagi sumber daya manusia terdidik yang perlu terlibat dalam perkembangan kemajuan pasar tradisional. Dan tidak lain sumber daya terdidik itu tentu termasuk juga mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Donatur

 
Support : Maharaja Effendy | Indonesian Entrepreneur Coffee Shop
Copyright © 2012. Taman Baca Mapemda - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger