Headlines News :
Home » , » TUALAN INVESTASI MASA DEPAN

TUALAN INVESTASI MASA DEPAN

Written By Ryan Ariyanto on Rabu, 21 November 2012 | 00.49


Oleh : Birhasani HB
Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuda Islam (FKPI) dan Pendiri Taman Baca Emas

Sinar matahari sangat terasa panas menyinari tubuh ku, sangat gerah rasanya dan membuatku menancap laju motorku agar cepat sampai kekantor. Rasanya tak kuat ku rasakan sinar mentari itu sangat terasa sekali panasnya, terbukti sesampainya aku dikantor rasa gerah tetap tidak bisa hilang meski ruangan ku disejukkan AC yang menerpa tubuh ku dengan lembut.

AC tidak hentin-hentinya membelai lembut muka dan tangan ku dan seakan dia tak pernah jemu menyebarkan aroma harumnya ukhusus untuk ku,  rasa ngantukpun dia tidak mau tinggal diam, dengan lembutnya dia  menghampiriku dan merayu ku agar aku terlelap dan tidur dengan nyenyak.

Tapi, aku teringat dengan saudara-saudara ku yang tidak mungkin bisa merasakan apa yang aku rasakan, mareka tidak bisa lari dari rialita dan rutinitas. Saudaraku disana tidak bisa lepas dari tuntutan kebutuhan anak istri, mareka tidak bisa lari dari tanggung jawab yang menyebabkan mareka tidak bisa membedakan antara panas dan tidak, antara hujan dan dingin.
Gambar - Lokasi Penambangan Rakyat (Manual) di Kecamatan Kintap, Tanah Laut, Kalsel


Mareka seakan-akan tak peduli dengan perubahan suhu dan udara, saudaraku tak tau dirasa, seakan-akan tubuh mareka tidak bisa membedakan rasa panas dan dingin. Mungkin tubuh mareka sudah terlatih untuk itu, sehingga mareka tidak peduli lagi dengan kondisi yang ada. Yang mareka tau, bagaimana dapur mareka agar bisa berasap dan ada yang dimasak.

Hujan panas sudah menjadi kuah makan mareka, tak sedikitpun mareka gentar dengan dua cuaca tersebut. Selama mareka bisa bekerja, selama karungan bisa diisi selama itu pula gancu tak berhenti berayun mengikuti irama hati pemegangnya. Satu demi satu batu bara lepas dari sarangnya, satu demi satu pula keringat yang jatuh berbarengan dengan jatuhnya ayunan gancu.

Inilah putret daerah ku, putret ini amat indah bila dilihat dari sisi ekonomisnya, tidak jarang kita temui pekarangan rumah memiliki kolam besar yang isinya manusia. Bayangkan saja persis dibelakang rumah dibuka tambang rakyat. Sangat menguntungkan secara ekonomi bagi pemilik tambang tualan. Dua sampai tiga ret perhari minimal batu terjual dari tambang mini tersebut. Bayangkan sangat menguntungkan bukan?????

Tapi yang jadi pikiran ku, apakah proyek tambang tualan ini akan menjamin tercukupinya kebutuhan saudaraku. Apakah saudaraku dapat memahami kalo industri tualan tersebut bersipat semantara yang tak mungkin bertahan sampai puluhan an tahun. kalau saudara-saudara ku dapat memahaminya, maka yang seharusnya terjadi mareka sedari sekarang memikirkan investasi untuk masa depan mareka.

Sudah sepantasnya bos-bos tambang mini ini dari sekarang berpikir kedepan dan merancang investasi yang bernilai jual tinggi untuk anak cucu mareka masing-masing. Jadikanlah Kolam uang ini sebagai batu loncatan untuk mencapai ketahapan yang lebih mapan lagi.

Aku memimpikan akan banyak lahir pengusaha baru didaerahku, kalau mareka mau belajar mengelola keuangan yang ada dan mau lebih  teliti dalam mengatur keluar masuk keuangan mareka.Tapi kalu tidak seperti ini, maka kolam batu akan menjadi cerita pahit dikemudian hari.

AKU BERHARAP SEMUANYA MENJADI BAIK DAN TERKENDALI....
SEMOGA KEBERKAHAN SELALU MENGIKUTI USAHA SAUDARA KU....
TOLONG JANGAN LUPA SISIHKAN DARI KEUNTUNGAN MU UNTUK ORANG YANG MEMBUTUHKANNYA,,,

TETAPLAH BERJUANG UNTUK BANGSA MU DAN BANGSA KU
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Maharaja Effendy | Indonesian Entrepreneur Coffee Shop
Copyright © 2012. Taman Baca Mapemda - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger